Air terjun madakaripura 

Hai Traveller kali ini saya akan berbagi pengalaman mengunjungi salah satu air terjun no 2 tertinggi di indonesia, setelah air terjun Sigura-gura di danau Toba ( 250 m), Nama Air terjun ini adalah Madakaripura dengan ketinggian 200 m, Air Terjun Madakaripura adalah salah satu air terjun di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.  Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 200 m dan berbentuk lembah yang dikelilingi tebing-tebing yang menjulang tinggi yang meneteskan air membentuk tirai pada seluruh bidang tebingnya seperti layaknya sedang hujan, 3 di antaranya bahkan mengucur deras membentuk air terjun lagi. Ada sekitar lima terjunan air di lokasi ini dengan air terjun utama berada di ujung sebuah ruangan berbentuk lingkaran berdiameter sekitar 25 m.

Nama Madakaripura menurut cerita sejarah masyarakat setempat terkait erat dengan sejarah panjang Kerajaan Majapahit. pada masa kejayaan majapahit Hayam Wuruk & Gajah Mada berhasil menyatukan bumi nusantara yang membentang dari Wanin hingga Madagaskar.
Madakaripura sendiri berasal dari kata Mada Kari Pura yang mempunyai arti sebagai “Tempat Tinggal Terakhir”. Nama ini disematkan dari kepercayaan masyarakat sekitar yg mengatakan disinilah Gajah Mada melewati masa akhir hidupnya,atau dalam kata lain Moksa (Meninggalkan dunia bersama raganya ).

yuk kita mulai perjalanannya, untuk menuju Air terjun madakaripura bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi dengan akses jalan yang bagus, air terjun ini terletak  di Desa Sapeh, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Propinsi Jawa Timur. untuk menuju kesini dibutuhkan 2-3 jam perjalanan dari kota Malang atau Surabaya.

Jarak dari Pasar Lumbang menuju Air terjun Madakaripura  adalah 5 km seperti tercantum pada Papan Penunjuk Arah di Pasar Lumbang. Namun jangan terkecoh karena  jarak sebenarnya berkisar 8-10km setelah saya hitung menggunakan odometer di mobil saya

Selama perjalanan pemandangan  perbukitan dengan hijaunya Pepohonan seolah terus menyapa kita,dipinggir jalan terlihat  banyak kotak terbuat dari kayu dan berisi lebah. Maklumlah daerah ini merupakan sentra penghasil madu ’ Klanceng ’ yaitu sebutan  untuk madu yang berasal dari bunga Pohon randu ( Ceba petandra ).

Sesampainya di gerbang masuk lokasi air terjun ,  saya disambut oleh patung Patih Gajah Mada yang sedang menghunus Keris dengan gagahnya. dan disampingnya adalah loket Masuk, air terjun Madakaripura ini Tiket masuknya tergolong murah Rp 3.000 per orang

gajah_mada_madakaripura

untuk menuju lokasi air terjunnya sendiri dari loket tiket masuk dan tempat parkir harus saya tempuh  sekitar 1.3 Km atau sekitar 30 menit berjalan kaki menyusuri pinggir sungai yang berbatu, sebenarnya dulu ada jalan khusus yang sudah disemen cukup bagus untuk menuju air terjun, tetapi sekarang jalan tersebut rusak/terputus karena diterjang air bah.

Pada  musim penghujan, pengunjung dilarang turun dan mendekat ke air terjun. daerah ini rawan banjir dan longsor dan harus puas menikmati pemandangan di sekitar lokasi air terjun  saja tanpa bisa melihat air terjun Madakaripura. Air terjun itu sendiri berada cukup jauh dan tersembunyi di balik bukit dan batu-batu Tebing yang cukup tinggi.

Langkah pertama saya untuk menuju kesana adalah dengan menyebrangi  sungai dan menjejakkan kaki di bebatuan yang licin sebagai pijakan. Yang cukup menegangkan adalah ketika melewati jalur bebatuan di tebing dengan posisi miring, saya sendiri sempat terpleset dan terjebur kesungai hingga basah kuyub, jadi kalau mau kesini siapkan ganti baju 🙂

sungai_madakaripura

Sekitar 30 menit saya berjalan menyusuri pinggir sungai, menyebrangi sungai hingga 6 kali untuk menuju air terjun madakaripura , jalannya cukup menguras tenaga dikarenakan medannya cukup sulit, jalan berbatu,menahan kaki yang sakit menginjak batu2 kecil karena tidak membawa alas kaki untuk medan basah, ditambah lagi saya harus menggendong sikecil yang tidak mau jalan sendiri lengkap sudah. untungnya saya sedikit tertolong dikarenakan disetiap titik ada orang yang berjualan dengan warung tenda sederhana, ya lumayan buat sekedar melepas penat sambil ngopi dan makan pisang goreng.

IMG_9212

 

30 menit perjalanan yang cukup melelahkan, mendebarkan dan membahayakan itu,  akhirnya saya melewati sebuah Gerbang  dengan dua tebing sebagai pengapitnya. Di balik  gerbang alami itulah sosok air terjun utama Madakaripura menebarkan pesona keindahannya.  Berada di bawah air terjun yang berada di ketinggian 620 m di atas permukaan laut ini saya  seolah merasa berada didasar sumur raksasa.

IMG_9189
IMG_9188

Suasana sekitar air terjun Madakaripura terasa sekali nuansa hening,tenang dan nuansa magisnya sangat kental ,lokasi dengan sedikitnya sinar matahari yang masuk dan banyaknya tebing batu yang seolah berdiri dengan angkuhnya seolah membawa pengunjung berada di bagian  dunia lain

 

madakaripura

Air terjun Madakaripura dengan tinggi sekitar 200 m  sampai saat ini masihDikeramatkan dan dianggap suci oleh umat Hindu sebagai ’ Tirta Sewana ’ ( air suci ). Setiap tahunnya, warga Tengger yang tinggal di sekitar Gunung Bromo menggunakan air dari air terjun Madakaripura sebagai air suci  dalam prosesi ’ Mendhak Tirta ’  pada dua hari sebelum rangkaian upacara Yadnya Kasada.
Dalam prosesi ’Mendhak Tirta’ itu  dilakukan persembahyangan lengkap dengan atribut sesajinya berupa janur, daging Ayam, buah,
kembang dan dupa.
Tips Untuk anda yang mau kisini
Bawalah pakaian ganti dan atau jas hujan saat mengunjungi air terjun cantik dan tinggi yang dikepung dinding batu yang tak kalah tinggi ini. Anda dapat juga menyewa payung untuk melindungi diri dari tirai air yang jatuh dari tebing pada jalur lintas menuju pusat air terjun. Pastikan pula, Anda memakai alas kaki yang nyaman, sebab jalur yang Anda lalui adalah jalur berjalan kaki di medan yang licin
Akomodasi
Air Terjun Madakaripura berada di kawasan wisata Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru maka terdapat banyak pilihan akomodasi sekitar Gunung Bromoyang dapat juga menjadi titik awal menuju air terjun yang memukau tersebut
Cara terbaik untuk sampai ke Air Terjun Madakaripura adalah menyewa mobil dari Surabaya atauMalang, atau memasukkannya dalam paket wisata bersama denganGunung Bromo. Dari Surabaya, ibu kota Jawa Timur, perjalanan membutuhkan waktu sekira 3 jam dengan mengambil rute antarkota ke Sidoarjo-Porong-Pasuruan-Probolinggo.
Foto